Beranda » Blog » 7 Budidaya Alpukat Pluwang Agar Tumbuh Optimal Dan Mampu Cepat Berbuah Dengan Lebat

7 Budidaya Alpukat Pluwang Agar Tumbuh Optimal Dan Mampu Cepat Berbuah Dengan Lebat

Diposting pada 20 November 2021 oleh arwaniali88 / Dilihat: 3.298 kali

Inilah 7 Budidaya Alpukat Pluwang Agar Tumbuh Optimal Dan Mampu Cepat Berbuah Dengan Lebat

Budidaya Alpukat Pluwang – Alpukat pluwang termasuk salah satu jenis alpukat unggulan yang sedang meroket dan banyak diburu petani Indonesia. Hal ini bukan tanpa alasan pasalnya, tanaman alpukat pemilik nama latin ini dikenal dengan ukuran buahnya yang jumbo, bobotnya dapat mencapai berat 2 kg/buah. Selain itu, buah alpukat pluwang ini juga mempunyai daging yang tebal dengan tekstur yang lebih padat, pulen dan punya citarasa yang gurih.

Tanaman alpukat pluwang sendiri memiliki banyak julukan mulai dari alpukat hawaii jumbo, alpukat pengeran hingga alpukat greenstar. Alpukat Pluwang termasuk jenis tanaman alpukat unggulan yang direkomendasikan untuk dibudidayakan secara komersial. Alpukat pluwang dikenal mempunyai sifat yang genjah dan tingkat produktifitas yang tergolong tinggi.

Kabar baiknya adalah alpukat pluwang ini juga dapat ditanam di dalam pot. Perawatannya juga tergolong tidak terlalu sulit. Nah bagi anda yang tertarik bertanam alpukat pluwang. Ada baiknya mempelajari dan memahami syarat tumbuh dan cara budidaya alpukat pluwang secara baik dan benar. Hal ini bertujuan agar tanaman alpukat pluwang mampu tumbuh dengan subur dan berbuah lebat.

budidaya alpukat pluwang

budidaya alpukat pluwang

Syarat Tumbuh Alpukat Pluwang

  • Tanaman alpukat pluwang mampu tumbuh didataran rendah hingga dataran tinggi dengan ketinggian ideal berkisar antara antara 200 – 1.000 meter diatas permukaan air laut.
  • Jenis tanah yang bagus adalah jenis tanah yang gembur dan banyak memiliki unsur hara. Adapun derajat keasaman tanah untuk pertumbuhan alpukat ( pH) yang sesuai yaitu: pH 5,6 – 6,4.
  • Tanaman alpukat pluwang cocok tumbuh di daerah tropis. Curah hujan minimum untuk pertumbuhan adalah 750 -1000 mm / tahun. Kebutuhan cahaya untuk pertumbuhan alpukat pluwang adalah 40 – 80 % dan Suhu udara untuk pertumbuhan adalah 15 – 30 oC.
Budidaya alpukat pluwang 1

Budidaya alpukat pluwang 1

Berikut ini adalah tahapan dalam bertanam dan merawat bibit alpukat pluwang agar tumbuh subur dan mampu berbuah dengan lebat :

1. Pemilihan Bibit Unggul

Hal pertama yang harus dipersiapkan dalam bertanam alpukat pluwang adalah pemilihan bibit unggul. Dalam memilih bibit alpukat pluwang sebaiknya memilih dari hasil perbanyakan vegetatif melalui okulasi atau sambung pucuk. Hal ini bertujuan untuk mendapatkan bibit yang memiliki sifat yang sama dengan induknya. Pilihlah bibit alpukat pluwang dengan tampilan fisik yang sehat, tegak, segar, memiliki perakaran yang kuat dan tidak terserang hama dan penyakit.

2. Pengelolahan Lahan

Proses dalam menanam alpukat pluwang adalah menyiapkan lahan tanam. Usahakan lahan yang dipilih bebas dari sampah, tanaman-tanaman gula parasit, serta bebatuan yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Pastikan pula lahan yang dipilih juga memiliki intensitas cahaya matahari yang cukup, sehingga dapat membantu fotosintesis tanaman. Untuk hasil yang lebih baik lagi, anda juga harus membuat drainase yang sehat agar tanaman tidak mudah terserang hama maupun penyakit.

Lahan tanam juga harus memiliki tanah yang gembur. Caranya, cangkul lahan tanam 2-3 kali untuk menggemburkan tanah. Penggemburan tanah berfungsi supaya akar tanaman dapat meresap cepat air ataupun unsur hara pada tanah. Tanah yang kering, menjadikan akar tanaman kesulitan dalam meresap air dan unsur hara.

Bibit Alpukat Pluwang

3. Buat Lubang Tanam

Buatlah lubang tanam dengan kedalaman 70 cm, lebar 70 x 70 cm. Tanah bagian atas dicampur dengan 25 kg pupuk kandang sebelum dimasukkan ke dalam lubang. Lubang tanam yang sudah ditutup tanah diberi tanda berupa ajir agar posisi tanam tidak keliru. Pengolahan lahan sebaiknya dilakukan saat musim kemarau sehingga penanaman bibit alpukat dapat dilakukan pada awal musim hujan. Jarak tanam yang digunakan dalam budidaya alpukat pluwang adalah 6 m x 6 m, dengan popolasi 278 bibit per Ha. Bisa juga ditanam dengan jarak tanam 7 m x 7 m dengan populasi 204 bibit per Ha.

4. Penanaman Bibit

Tancapkan bibit pada lubang tanam yang telah dibuat tepat di tengah-tengah, timbun dengan tanah yang sudah dicampurkan dengan pupuk organik dan sedikit sekam, lalu tekan pelan-pelan hingga bibit dapat berdiri tegak. Setelah sudah ditanam, siram sedikit dengar air. Setiap bibit alpukat pluwang sebaiknya diberi naungan untuk menghindari sinar matahari secara langsung, terpaan angin, maupun siraman air hujan. Naungan tersebut dibuat miring dengan bagian yang tinggi di sebelah timur. Peneduh ini berfungsi sampai tumbuh tunas-tunas baru atau lebih kurang 2 – 3 minggu.

5. Pemeliharaan Tanaman

a. Penyiraman
Bibit alpukat pluwang yang baru ditanam memerlukan banyak air, sehingga penyiraman perlu dilakukan setiap hari. Waktu yg tepat untuk menyiram adalah pagi / sore hari. Namun, saat musim penghujan penyiraman tidak perlu dilakukan lagi.

b. Penyiangan
Gulma adalah tumbuhan yang tumbuh tidak dikehendaki. Gulma akan menjadi kompetitor bibit alpukat dalam menyerap nutrisi di dalam tanah. Agar tanaman alpukat pluwang tumbuh dengan baik maka gulma-gulma tersebut harus disiangi secara rutin. Proses penyiangan dilakukan dengan cara mencabut gulma dan rumput liar yang tumbuh disekitar bibit alpukat wina dengan menggunakan cangkul atau dengan manual.

c. Penggemburan Tanah
Tanah sebagai media tanam yang berada di sekitar perakaran lama kelamaan akan mengalami kepadatan sehingga rongga udara dan air di dalam tanah akan berkurang. Hal ini akan berdampak terganggunya akar tanaman alpukat pluwang untuk menyerap nutrisi dengan baik. Oleh karena itu, tanah di sekitar tanaman perlu digemburkan secara periodik. Proses pengemburan dapat menggunakan bantuan alat cangkul dan sejenisnya. Lakukan secara perlahan dan hati-hati agar tidak memutus akar tanaman alpukat pluwang.

d. Pemangkasan Tanaman
Pemangkasan hanya dilakukan pada cabang-cabang yang tumbuh terlalu rapat atau ranting-ranting yang mati. Pemangkasan dilakukan secara hati-hati agar luka bekas pemangkasan terhindar dari infeksi penyakit dan luka bekas pemangkasan sebaiknya diberi penutup luka seperti parafin cair.

6. Tahap Pemupukan

Tanaman alpukat pluwang mempunyai rambut akar yang sangat sedikit dengan sistem pertumbuhan akarnya yang kurang ekstensif. Oleh karena itu, sebaiknya pemberian pupuk diletakkan sedekat mungkin dengan akar. Pemupukan diberikan sedikit namun lebih sering, yaitu 4 kali dalam setahun.

Sebelum pemupukan perlu dibuat lubang melingkar tepat di bawah tepi tajuk tanaman sedalam 30 cm. Pupuk ditebar ke dalam lubang kemudian ditimbun tanah lagi.

  • tanaman alpukat umur 1-4 tahun (fase pertumbuhan) Pupuk yang diberikan adalah pupuk urea 0,27 kg – 1,1 kg, pupuk TSP 0,5 kg – 1 kg dan Pupuk KCI 0,2kg – 0,83 kg per pohonnya.
  • tanaman alpukat umur 3-4 tahun (fase produksi) Pupuk yang diberikan adalah pupuk urea 2,22 kg-3,55 kg, pupuk TSP 3,2 kg, dan pupuk KCI 4 kg setiap satu pohonnya.

Adapun pemberian pupuk kandang dapat dilakukan setiap enam bulan sekali. Pemberian pupuk kandang untuk budidaya dilahan sebanyak 20 kg per pohon.

Alpukat Pluwang

Alpukat Pluwang

7. Tahap Panen

Buah alpukat pluwang dapat dipanen kira-kira setelah tanaman berusia lebih dari 3 tahun. Yakni, setelah pembentukan bunga kemudian dilanjutkan dengan pembentukan buah. Pembentukan buah biasanya 6-7 bulan setelah bunga mekar. Proses pemanenan buah alpukat pluwang dilakukan secara manual, yaitu dipetik menggunakan tangan. Apabila kondisi fisik pohon tidak memungkinkan untuk dipanjat, maka panen dapat dibantu dengan menggunakan alat/galah yg diberi tangguk kain/goni pada ujungnya/tangga. Saat dipanen, buah harus dipetik/dipotong bersama sedikit tangkai buahnya (3-5 cm) untuk mencegah memar, luka/infeksi pada bagian dekat tangkai buah.

Buah Alpukat pluwang menjadi salah satu barang komoditi dari hasil pertanian yang patut untuk dibudidayakan. Selain memiliki ukuran yang jumbo, dan rasa yang nikmat. Buah alpukat pluwang ini juga memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan manusia. Salah satu manfaat buah alpukat pluwang antara lain untuk menjaga kesehatan jantung, mampu menurunkan kolesterol, mengatur kadar gula darah dan mampu mengurangi resiko stroke.

Demikianlah informasi tentang cara tepat budidaya alpukat pluwang yang baik dan benar. Agar tanaman alpukat pluwang mampu tumbuh dengan optimal dan cepat berbuah ada beberapa hal yang perlu diperhatikan diantaranya pemilihan bibit unggul, pengolahan lahan, penanaman bibit, perawatan tanaman dan tahap panen. Semoga artikel tersebut dapat menambah wawasan kita tentang alpukat pluwang dan diharapkan anda dapat mencobanya sendiri dirumah. Semoga bermanfaat dan terima kasih.

Tags: , , , , , , , , , , , ,

Bagikan ke

7 Budidaya Alpukat Pluwang Agar Tumbuh Optimal Dan Mampu Cepat Berbuah Dengan Lebat

Komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

7 Budidaya Alpukat Pluwang Agar Tumbuh Optimal Dan Mampu Cepat Berbuah Dengan Lebat

Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: