Beranda » Blog » Teknik Pemangkasan Anggur – MODEL TERALIS

Teknik Pemangkasan Anggur – MODEL TERALIS

Diposting pada 29 Maret 2021 oleh arwaniali88 / Dilihat: 4.275 kali

Teknik Memangkas Pohon Anggur Yang Baik Dan Benar

Teknik Pemangkasan Tanaman Anggur – Dalam budidaya anggur, pemangkasan adalah kunci utama untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dengan melakukan pemangkasan, tidak hanya membantu tanaman anggur untuk berbuah tetapi juga sekaligus menata percabangan sesuai dengan keinginan. Penataan yang dimaksud adalah membentuk tajuk tanaman. Bagaimana kita harus menatanya tergantung dari system apa yang akan digunakan dalam penataan tersebut.

Budidaya Tanaman Anggur – Tanaman anggur merupakan salah satu tanaman yang bisa ditanam di pekarangan rumah. Cara menanam anggur pun terbilang cukup mudah. Peminat buah anggur sangat banyak karena rasanya yang lezat dan khasiatnya yang juga melimpah. Tak heran jika buah ini banyak dibudidayakan, baik itu skala kecil hingga skala besar.

Prospek budidaya tanaman anggur menjadi salah satu peluang usaha yang sangat menjanjikan. Pasalnya, buah anggur memiliki nilai jual yang terbilang tinggi dan permintaan akan anggur terus meningkat. bahkan untuk memenuhi kebutuhan masayarakat Indonesia, kita masih harus import buah anggur dari negara Eropa dan Asia Tengah juga terbilang sangat besar.

Berikut ini adalah beberapa teknik pemangkasan tanaman anggur yang perlu diketahui :

1. Pembentukan Batang Pokok

  • Pasang alat penegak yang terbuat dari batang bambu atau bahan lainnya yang berfungsi sebagai tempat bersandar pohon, penyangga batang atau tempat merambatnya tanaman perdu.
  • Setinggi 2 meter untuk membantu tanaman anggur tumbuh tegak lurus ke atas.
  • Biarkan tanaman tumbuh hingga mencapai tinggi 2 meter dari permukaan pot.
  • Setelah mencapai tinggi 2 meter, pangkas dan sisakan antara 30 – 50 cm dari permukaan pot, sehingga batang pokok berhasil dibentuk.

2. Pembentukan Cabang Primer

  • Ganti tiang rambat baru dan ikat batang pokok ke tiang rambat, supaya posisinya tidak berubah.
  • Beberapa waktu kemudian akan muncul tunas-tunas baru.
  • Peliharalah 2 tunas paling atas dari 2 mata tunas yang berlawanan arah (mata tunas sisi kanan dan kiri pada batang pokok).
  • Biarkan mereka tumbuh hingga masing-masing mencapai 1,5 meter.
  • Setelah mencapai 1.5 meter, pangkas dan sisakan masing-masing antara 4 – 6 mata tunas, sehingga cabang primer berhasil dibentuk.
  • Ikat cabang primer ke tiang rambat supaya posisinya tidak berubah.

3. Pembentukan Cabang Sekunder

  • Beberapa lama kemudian akan tumbuh tunas-tunas baru pada setiap mata tunas.
  • Biarkan seluruh tunas tumbuh vertikal hingga mencapai ujung atas tiang rambat.
  • Apabila ada beberapa tunas yang pertumbuhannya jauh lebih cepat dari yang lain, segera pijit batang tunas tersebut dengan jari hingga batangnya pipih/gepeng.
  • Tujuannya untuk menghambat pertumbuhannya, sehingga seluruh tunas bisa tumbuh serempak dan berimbang.
  • Setelah semua cabang mencapai ujung atas tiang rambat, maka pangkas dan sisakan masing-masing 50 cm, sehingga cabang sekunder berhasil terbentuk.
  • Ikat seluruh cabang ke tiang rambat supaya posisinya tidak berubah.

4. Pembentukan Cabang Tersier

  • Beberapa waktu kemudian akan muncul tunas-tunas baru di ujung atas cabang sekunder.
  • Tunas-tunas tersebut akan tumbuh besar menjadi cabang tersier.
  • Biarkan cabang tersier tumbuh hingga mencapai pertumbuhan maksimumnya, yaitu ditandai dengan tidak adanya pertumbuhan daun baru pada pucuk cabang tersier dan seluruh permukaan kulit batang dari pangkal hingga pucuk berubah dari hijau menjadi coklat (berkayu).
  • Setelah ciri-ciri tersebut terpenuhi, maka tabulampot anggur siap dibuahkan.

5. Pembuahan

Berikut adalah teknis perlakuan lengkap untuk merangsang tabulampot anggur berbuah :

  • 15 hari sebelum pangkas :
    Berikan pupuk kandang kambing (1 – 2 gayung) dan Kapur Dolomit (2 – 3 sendok makan) dengan cara ditabur merata di atas media tanam.
  • 10 hari sebelum pangkas :
    Berikan pupuk MKP dan KNO3 Putih masing-masing 1/2 sendok teh dengan cara dilarutkan dalam 1 gelas air bersih, kemudian siram ke media tanam.
  • 5 hari sebelum pangkas :
    Berikan kembali pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis yang sama, kemudian hentikan penyiraman secara total (disebut Stress Air), di mana media tanam tidak boleh mendapatkan air sedikitpun.
  • 1 hari sebelum pangkas :
    Lakukan penyiraman pada malam harinya.

Hari pemangkasan :
Siram kembali pada pagi hari, kemudian lakukan pemangkasan pada 1 – 2 jam setelahnya. Setelah dipangkas, berikan kembali pupuk MKP dan KNO3 Putih dengan dosis yang sama. Sejak saat ini dan seterusnya, penyiraman dilakukan rutin setiap hari.

  • 5 hari setelah pangkas :
    Semprot POC DIGrow Merah (5 ml/liter air) ke seluruh batang tanaman. Jika masih ada sisa, siramkan ke media tanam.

6. Pembesaran Buah dan Panen

  • Setelah bunga berubah menjadi buah seukuran ujung jari kelingking, maka pupuk mulai diberikan kembali untuk membantu pengisian dan pembesaran buah.
  • Berikan pupuk NPK Mutiara Grower / NPK DGW Booster (1 sendok makan) setiap 1 bulan sekali.
  • Semprot dengan POC DIGrow Merah (5 ml/liter air) dan Hijau (3 ml/liter air) bergantian, 3 kali Merah diselingi 1 kali Hijau, setiap 2 minggu sekali.
  • Semprotkan ke daun dan batang (buah tidak boleh disemprot), jika ada sisa bisa disiram ke media tanam.
  • Setelah seluruh cabang tersier tumbuh panjang, batasi jumlah daun maksimal 15 daun pada masing-masing cabang.
  • Jika ada yang melebihi itu, segera pangkas pucuk cabang tersebut supaya pertumbuhannya terhenti. Tujuannya agar nutrisi bisa terfokus ke buah.

Buah anggur dapat dipanen antara usia 90 – 110 sejak pemangkasan (tergantung varietas).

  • 30 hari sebelum panen : hentikan pemberian pupuk.
  • 5 hari sebelum panen : hentikan penyiraman secara total (stress air). Tujuannya untuk mengurangi kadar air berlebih dan meningkatkan kadar gula pada buah, serta memperpanjang masa simpan buah setelah panen.
  • Hari panen : petik seluruh buah dengan gunting, jangan sampai merusak struktur percabangan. Setelah itu segera lakukan penyiraman agar tanaman tidak mati kekeringan, dan mulai besoknya penyiraman dilakukan secara normal setiap hari.

Tanaman anggur yang dibuahkan tidak boleh sering terpapar air hujan, karena bunga dan buah bisa rontok total. Apabila tabulampot anggur anda tidak diberi naungan atap transparan, maka anda harus menunggu sampai masuk awal musim kemarau untuk pembuahan berikutnya. Demikianlah informasi tentang teknik pemangkasan tanaman anggur. Semoga artikel ini dapat bermanfaat. Terimakasih & salam berkebun.

Tags: , , ,

Bagikan ke

Teknik Pemangkasan Anggur – MODEL TERALIS

Komentar
  • IFDILLAH

    terima kasih penjelasannya sangat detil sekali bagi saya baru ingin mencoba belajar menanam anggur
    Tapi ada sedikit yg mau saya tanyakan
    pada hari panen setelah panen harus segera siram dg air agar pohonnya tidak mati kekeringan dan besoknya baru normal lagi di siram tiap hari
    Pertanyaannya kira2 berapa lama masa penyiraman tiap hari untuk proses pembuatan lagi

    Balas 8 Oktober 2022 | 4:43 pm

Silahkan tulis komentar Anda

Alamat email Anda tidak akan kami publikasikan. Kolom bertanda bintang (*) wajib diisi.

*

*

Teknik Pemangkasan Anggur – MODEL TERALIS

Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: