Beranda » Blog » Sejarah Kurma Masuk Ke Negara Indonesia, Mulai Dari Pedagang Mesir Hingga Para Pendiri Pondok Pesantren

Sejarah Kurma Masuk Ke Negara Indonesia, Mulai Dari Pedagang Mesir Hingga Para Pendiri Pondok Pesantren

Diposting pada 16 February 2025 oleh arwaniali88 / Dilihat: 3.638 kali

Sejarah Kurma Masuk Ke Negara Indonesia, Mulai Dari Pedagang Mesir Hingga Para Pendiri Pondok Pesantren

Sejarah KurmaBuah kurma merupakan salah satu buah yang sudah tidak asing lagi bagi kita masyarakat Indonesia, terutama ketika bulan Ramadhan tiba, maka kurma menjadi santapan favorit ketika berbuka puasa. rasanya yang manis legit menjadi ciri khas tersendiri dari buah yang satu ini.

Bagi kaum Muslim, buah kurma memiliki kedudukan yang sangat istimewa, hal ini dikarenakan buah kurma merupakan salah satu buah yang disebutkan dalam Al-quran bersama buah Tin, buah Zaitun, buah Anggur dan buah Pisang. Selain itu, buah kurma merupakan buah kegemaran Nabi Muhamad serta Nabi-nabi sebelumnya.

Taukah anda, sejak kapan buah kurma ini masuk ke Indonesia?. Sampai sekarang, para ilmuan pertanian di Indonesia masih terdapat beberapa pendapat mengenai sejarah atau asal muasal pohon kurma datang di Indonesia dan menjadi tanaman komersil bernilai jual sangat mahal terutama pada buahnya.

Sejarah Kurma Masuk ke Indonesia

Sejarah Kurma Masuk ke Indonesia

Awal Mula Kurma Masuk ke Indonesia

Pada awalnya, pohon kurma disebarluaskan ke Indonesia oleh pedagang besar dari Mesir dimana manfaat pohon kurma telah terkenal sejak jaman dahulu kala sebagai tanaman dengan buah multifungsi untuk kesehatan dan kecantikan tubuh seorang wanita.

Akan Tetapi, sejarah mengenai pohon kurma yang mampu berbuah di Indonesia dimulai tahun 2004 tepatnya di Surabaya, dikota pahlawan tersebut terdapat sebuah pohon kurma yang mampu tumbuh dengan kokoh di kebun belakang Pondok Pesantren Darussalam, Jalan Nginden II/7 Surabaya.

Sepintas, tak ada yang berbeda dari pohon yang merupakan ciri khas Timur Tengah tersebut. Namun bedanya, di pohon setinggi sekitar 3,5 meter itu muncul buah-buah warna hijau yang jumlahnya ratusan.

Ternyata, di pohon yang tumbuhnya tidak disengaja tersebut tumbuh buah kurma. Sebuah pemandangan yang hampir tidak lazim terjadi di Indonesia, mengingat pohon kurma tidak bisa berbuah di negeri ini.

“Kami juga terkejut saat melihat ada buah di pohon kurma. Padahal biasanya pohon kurma tidak bisa tumbuh buah dan hanya besar pohonnya saja. Ini sebuah anugerah Allah SWT,” ujar Ketua Yayasan Pondok Pesantren Darussalam, H. Mahsun Hadji, saat ditemui di kebunnya, Rabu.

Dijelaskan Mahsun, pohon kurma itu masih berusia tujuh tahun. Tumbuhnya pun tidak disengaja. Pohon itu tumbuh dari biji-biji yang dibuang pengasuh pondok pesantren setelah dimakannya.

Sejarah kurma masuk ke Indonesia 1

Sejarah kurma masuk ke Indonesia 1

“Kami meyakini kalau yang membuang biji di kebun itu KH Mas Abdul Muhith, pendiri sekaligus pemilik pondok pesantren. Biasa kan habis makan kurma, terus bijinya di buang di pekarangan belakang,” tutur dia.
Nah pada tahun 2011 Juga Pak Agus Jamil mulai mempopulerkan bahwa tanaman buah kurma mampu tumbuh dan berbuah dengan baik di Indonesi, beliau telah keliling diseluruh negara yang ditumbuhi kurma. Belia menemukan fakta bahwa kurma bisa berbuah dari suhu -5 C sampai 50 C dan dari ketinggian mulai 400 m sampai 1500 m dpl.

Kemudian pada tahun 2012, Bapak Muhaimin Iqbal yang selaku owner “Jonggol Farm” mulai mendatangkan bibit kurma kultur jaringan dan dibudidayakan di Jonggol Farm, karena melihat fakta kebun-kebun kurma di Thailand yang awalnya dari biji kemudian digantikan dengan bibit kultur jaringan yang lebih genjah, sudah pasti pohon betina dan produktifitasnya lebih tinggi, serta tingkat keberhasilanya sangat tinggi sehingga kemudian lahirlah istilah KURMA TROPIS.

Sejak tahun 2012 Tanaman buah KURMA TROPIS menjadi buah bibir di Indonesia dan puncaknya di 2014 dengan liputan Majalah pertanian Trubus tentang kebun kurma Tropis di Thailand, menjadi viral apalagi di era media sosial maka munculah group-group penggemar dan petani kurma seperti IDPA, Kurma Nusantara, Kurma Mania, Asosiasi Petani Kurma dan mulai mendatangkan dan mengebunkan kurma skala orchard.

Sejak saat itulah, Perkebunan tanaman kurma dalam skala Orchard pun mulai digalakan di Indonesia yang pertama di Jonggol Farm, Kemudian Igrow di pandeglang seluas 5 hektar dengan 700 pohon kurma kultur jaringan, ada juga di Bangka Botanical garden di eks Tambang Timah, kemudian Haji Ruslan di pasuruan 4 hektar dengan konsep Agrowisatanya, di Kuansing Riau seluas 40 hektar, Aceh dan Jambi di Tanjung Jabung Timur.

Sekarang ini, Demam kurma sudah melanda bangsa Indonesia, pohon yang penuh berkah ini akan menghiasi kekayaan hortikultura Indonesia dan digadang-gadang akan menjadi komoditi buah yang sangat menjanjikan.

Tags: , , , , , , , , ,

Bagikan ke

Sejarah Kurma Masuk Ke Negara Indonesia, Mulai Dari Pedagang Mesir Hingga Para Pendiri Pondok Pesantren

Komentar

Mohon maaf, form komentar dinonaktifkan pada halaman ini.

Sejarah Kurma Masuk Ke Negara Indonesia, Mulai Dari Pedagang Mesir Hingga Para Pendiri Pondok Pesantren

Produk Quick Order

Pemesanan dapat langsung menghubungi kontak dibawah: