Inilah 7 Cara Praktis Teknik Mencangkok Pada Tanaman Buah Yang Baik dan Benar Agar Mampu Tumbuh Akar Dengan Cepat

Teknik Mudah Mencangkok Tanaman – Dalam membudidayakan tanaman baik itu tanaman hias ataupun tanaman buah kita telah mengenal berbagai teknik perbanyakan secara vegetatif, mulai dari cangkok, okulasi atau tempel dan sambung susu. Dimana masing-masing teknik perbanyakan tersebut tentunya memiliki keunggulan masing-masing dan diperuntukan untuk tanaman-tanaman tertentu. Seperti yang kita ketahui teknik perbanyakan vegetatif ini bertujuan untuk menghasilkan bibit tanaman yang berkualitas unggul, bibit yang mempunyai sifat yang sama dengan induknya, tahan terhadap hama penggerek dan beberapa jenis cendawan, dan memiliki pertumbuhan yang cepat . Semakin unggul bibit yang kita tanam maka akan semakin baik dan berkualitas buah  yang akan kita hasilkan.

Untuk mendapatkan bibit tanaman yang berkualitas unggul dengan kriteria seperti kriteria diatas, kita harus melakukan pembibitan dengan cara vegetatif. Ada banyak cara yang dilakukan pada pembibitan vegetatif, salah satunya adalah dengan cara mencangkok tanaman. Bagaimanakah teknik mencangkok ini dilakukan, apa keuntungan dan kekurangan teknik ini dan bagaimana cara mencangkok dilakukan. Berikut adalah beberapa hal yang wajib anda tahu tentang perbanyakan vegetatif deng teknik mencangkok.

Pengertian Mencangkok

Mencangkok merupakan salah satu teknik dari jenis-jenis teknik pembibitan vegetatif yang sudah banyak dilakukan dengan tujuan untuk memperbanyak tanaman. Mencangkok banyak dipilih karena mencangkok dapat menghasilkan tanaman yang memiliki sifat yang hampir sama dengan induknya. Selain itu mencangkok juga dapat membuat membuat tanaman menjadi lebih unggul dan dapat membuat tanaman lebih cepat berbuah.

Teknik cangkok tanaman

Teknik cangkok tanaman

Teknik Mencangkok pada dasarnya adalah Teknik perbanyakan vegetatif dengan cara pelukaan atau pengeratan cabang pohon induk dan dibungkus media tanam untuk merangsang terbentuknya akar. Pada teknik ini tidak dikenal istilah batang bawah dan batang atas. Teknik ini relatif sudah lama dikenal oleh petani dan tingkat keberhasilannya lebih tinggi, karena pada cara mencangkok akar tumbuh ketika masih berada di pohon induk.

Media yang dapat digunakan ketika mencangkok adalah serbuk sabut kelapa atau yang biasa disebut dengan cocopit. Selain kelapa, mencangkok dapat pula dilakukan dengan campuran kompos/pupuk kandang dengan perbandingan 1:1 dengan tanah. Atau jika terdapat tanaman bambu disekitar lahan tanam anda dapat pula dilakukan dengan menggunakan tanah dibawah bambu yang sudah tercampur dengan seresah daun bambu yang sudah membusuk.

Perbanyakan bibit atau pembibitan dengan sistem cangkok sebaiknya dilakukan pada awal musim hujan. Hal ini dimaksudkan untuk menghindari kekeringan.

Keuntungan pembibitan dengan Sistem cangkok

1. Tanaman cepat berbuah
Tanaman hasil cangkok lebih cepat berbuah jika dibandingkan dengan tanaman dari pembibitan dengan menggunakan biji karena induk yang dipakai untuk cangkok adalah induk yang sudah pernah berbuah.

2. Tingkat Keberhasilan sangat tinggi
Tanaman hasil cangkokan mempunyai prosentase keberhasilan lebih tinggi jika dibandingkan dengan pembibitan dengan menggunakan biji.

3. Tanaman tidak terlalu tinggi
Tanaman hasil cangkokan umumnya mempunyai batang yang lebih pendek dibandingkan induknya, tetapi meskipun begitu buah yang dihasilkan akan lebih cepat dan banyak.

BACA JUGA :   Durian D24, Buah Durian Unggul Khas Dari Negara Malaysia

4. Tanaman memiliki sifat yang sama dengan induknya
Tanaman hasil cangkokan akan mempunyai sifat yang sama seperti tanaman induk. Jika anda mempunyai batang pohon durian yang berkualitas maka mencangkok adalah salah satu alterbatif agar anda dapat menghasilkan durian dengan kualitas yang sama.

Contoh Teknik Cangkok

Contoh Teknik Cangkok

Kekurangan Pembibitan Dengan Sistem Cangkok

Disamping keuntungan diatas memang ada kerugian atau kekurangan yang terjadi pada tanaman yang diperbanyak dengan cara mencangkok. Beberapa kekurangan yang terjadi pada pembibitan dengan sistem cangkok adalah :

  • Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering.
  • Tanaman mudah roboh bila ada angin kencang karena tidak berakar tunggang.
  • Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak cabang yang dipotong.
  • Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja, sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara ini.

Cara Perbanyakan Bibit Dengan Sistem Cangkok

Sebelum melakukan proses mencangkok, berikut adalah alat dan bahan yang perlu dipersiapkan terlebih dahulu:
– Pisau yang tajam
– Tali
– Plastik atau sabut kelapa sebagai pembungkus
– Tanah yang sudah dicampur pupuk
– Larutan B1 Equinox

Mencangkok dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakan teknik biasa atau konvensional dan mencangkok dengan menggunakan media dalam kantong plastik.
a. Teknik mencangkok dengan cara biasa atau konvensional

  1. Yang pertama dilakukan ketika mencangkok dengan cara biasa adalah memilih cabang. Memilih cabang sangat penting karena akan mempengaruhi kualitas bibit. Pilih cabang yang sehat, kuat dan sudah berkayu. Sebaiknya memilih cabang yang kulitnya berwarna coklat muda atau hijau kecoklatan. Diameter cabang sekitar 0.5 sampai dengan 2 cm atau tidak lebih kecil dari ukuran pensil.
  2. Sayat cabang dengan menggunakan pisau secara melingkar. Sayatan dibuat memanjang ke bawah sekitar 3 sampai dengan 5 cm atau dua kali diameter cabang.
  3. Setelah itu kelupas kulit batang sehingga bagian kambium tampak jelas. Kambium ini terlihat seperti lendir, kerik lendir kambium dengan menggunakan pisau. Kerik hingga bersih atau kering.
  4. Setelah itu olesi bagian yang dikerik dengan hormon pertumbuhan seperti Liguinox Start Vitamin B-1. Anada bisa mendapatkan hormon pertumbuhan ini di tiko pertanian. Berikan dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. Anda juga bisa mengganti hormon pertumbuhan dengan pupuk urea yang dicairkan dengan 1 gram / 1 liter air. Tambahkan pada media cangkok.
  5. Selanjutnya siapkan kantong plastik yang sudah dibuka dan atau sabut kelapa dengan posisi melingkar menyelubungi batang dibagian bawah keratan sekitar 1 sampai dengan 2 cm. Posisi lembaran plastik menghadap ke arah bawah, kemudian diikat dengan tali plastik atau rafia. Balik posisi kantong plastik ke arah berlawanan/keatas, sehingga akan diperoleh ikatan tali plastik di dalam kantong plastik (ikatan bagian bawah tidak kelihatan dari luar/lebih rapi).
  6. Kemudian tutup bekas sayatan dengan media cangkok, atur penempatan dengan rata sampai menutupi luka keratan bagian atas. Ikat bagian atas dan tengah plastik.
  7. Lakukan perawatan rutin pada cangkokan dengan cara disiram agar bibit tidak mengalami kekeringan. diposisi atas cangkokan diberi kantong plastik berisi air dengan satu lubang sekecil jarum untuk irigasi tetes atau irigasi tetes dengan menggunakan potongan batang bambu “bumbung” berdiameter 5 cm diisi dengan air, tanpa dilubangi hanya dikerik/dikupas sedikit bagian kulit bawah yang nantinya dilekatkan diatas media cangkokan. Posisi bumbung digantung diatas cangkokan dengan posisi bawah bumbung merapat dengan posisi tengah cangkokan atau ditalikan melekat dicangkokan. Bumbung ini dapat bertahan selama 3 hari. Biasanya setelah 2-3 bulan pada cangkokan yang berhasil akan tumbuh akar.
Teknik Cangkok konvensional

Teknik Cangkok konvensional

Pada cangkok ini akar akan keluar karena dorongan karbohidrat dan auksin atau hormon tumbuh yang mengalir melalui kulit kayu yang tertahan di bagian atas keratan. Karbohidrat dan hormon akan meningkat dan berubah menjadi akar tanaman.

BACA JUGA :   Peluang Investasi dan Analisis Usaha Budidaya Lengkeng New Kristal Yang Sangat Menggiurkan

Apabila akar sudah memenuhi media, hasil cangkokan dianggap berhasil. Daun pada cabang terlihat segar. Cangkokan sudah bisa dipotong atau disapih dari induknya. Pemotongan cangkokan yang sudah tumbuh ini dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau gergaji di bawah ikatan cangkok.

Setelah dipotong sebaiknya kurangi daun yang terdapat pada bibit untuk menghindari penguapan yang berlebihan. Potong ½ sampai dengan 1/3 helai daun dengan menggunakan gunting stek. Lepaskan plastik pembungkus media kemudian semaikan cangkokan dalam polybag.

Sebelumnya media cangkok dalam polybag sebaiknya menggunakan pupuk kandang dengan perbandingan 1 : 2 dengan tanah. Tempatkan polybag ditempat yang terlindung sampai usia tanaman sekitar 3-4 bulan sebelum tanaman dipindahkan ke kebun.

b. Teknik Mencangkok Dengan Media Dalam Kantong Plastik
Mencangkok dengan media dalam kantong plastik sebenarnya hampir sama dengan teknik mencangkok dengan cara konvensional. Hanya saja dalam mencangkok menggunakan media dalam kantong plastik media cangkok yang kita gunakan yaitu cocopit (serbuk sabut kelapa) yang tersedia di toko pertanian atau sabut kelapa yang sudah kita perlakukan sendiri, sudah lebih dulu dimasukkan ke dalam kantong plastik.

  • Sebelum melakukan pencangkokan pada tanaman, terlebih dahulu sabut kelapa yang akan dipakai sebagai media kita kupas atau dipisahkan dengan kulit keras bagian luarnya. Untuk media kita hanya menggunakan sabut kelapa nya saja. Kemudian rendam sabut kelapa tanpa kulit tadi dalam air hingga lunak sekitar 1 minggu. Tujuan perendaman ini adalah agar zat zat yang terdapat dalam sabut kelapa dapat dipisahkan. Zat-zat tersebut harus dibuang karena dapat menghambat pembentukan akar tanaman. Setelah dipisahkan kemudian jemur sabut kelapa dibawah sinar matahari, kemudian pisahkan serat-seratnya, potong kecil-kecil supaya siap digunakan.
  • Taruh media atau serbuk sabut kelapa didalam sebuah wadah, tambahkan hormon pertumbuhan atau vitamin B-1 dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air. Hormon pertumbuhan dapat anda beli ditoko pertanian tetapi jika anda kesulitan menemukan hormon pertumbuhan, Anda dapat menggantinya dengan pupuk Urea. Pupur urea dapat dipakai dengan cara dicairkan dengan perbandingan 1 gram pupuk urea dengan 1 liter air. Ratakan hormon atau pupuk dan serbuk sabut kelapa sampai tercampur dan basah.
  • Masukkan campuran basah tadi kedalam kantong plastik berukuran ¼ kg untuk diameter batang kecil, jika diameter batang lebih besar anda dapat menggunakan kantong plastik ukuran ½ kg.
  • Isikan media dan padatkan sampai ¾ plastik, kemudian tarik ujung kantong plastik dan talikan. Jika anda membuat 2 kg media maka anda dapat menghasilkan sekitar 15 sampai dengan 20 media dalam kantong plastik. Media dalam kantong plastik dapat bertahan sampai dengan 1 bulan.
  • Ketika akan melakukan proses pencangkokan sobek atau iris memanjang satu sisi kantong plastik dan masukkan bagian bawah batang yang dikerat dengan posisi melintang atau datar (lihat gambar), jika posisi batang tegak anda bebas memasukan media kemudian selubungkan secara merata ke keratan batang tanaman.
  • Ikat kantong plastik agar media berada pada posisi yang benar (letak sobekan menghadap keatas)
  • Apabila anda melakukan pencangkokan dengan cara ini ada beberapa keuntungan yang bisa anda dapatkan antara lain : pencangkokan akan lebih cepat dan ringkas; dapat mencangkok tanaman dalam jumlah banyak; dan punya persediaan yang dapat dipakai
Teknik cangkok tanaman plastik

Teknik cangkok tanaman plastik

Demikianlah informasi tentang perbanyakan vegetatif dengan sistem cangkok. Dimana dalam artikel tersebut kita telah membahas secara mendalam tentang apa itu mencangkok atau definisi mencangkok, keunggulan sistem mencangkok, kelemahan teknik mencangkok dan bagaimana cara mencangkok yang baik dan benar. Perbanyakan vegetataif dengan sistem cangkok ini dapat kita aplikasikan pada tanaman yang berkambium dan berbiji dikotil (biji berbelah dua) seperti tanaman buah mangga, tanaman buah jambu, tanaman buah durian, tanaman buah sawo, tanaman buah jeruk, tanaman buah lengkeng, tanaman buah rambutan, tanaman buah delima dan beberapa tanaman bunga hias.

BACA JUGA :   Lengkeng Itoh VS Lengkeng New Kristal, Tanaman Lengkeng Mana Yang Lebih Unggul?

Untuk selanjutnya kita akan membahas juga tentang teknik perbanyakan vegetatif lainnya seperti teknik okulasi dan teknik sambung susu pada tanaman. Semoga artikel tersebut dapat menambah wawasan kita tentang teknik perbanayakan vegetatif. Dan diharapakan setelah membaca artikel ini anda dapat mempraktekannya sendiri dirumah. Semoga bermanfaat

 

 


Kata terkait,
Perbanyakan vegetatif, teknik Perbanyakan vegetatif, jenis Perbanyakan vegetatif, macam-macam Perbanyakan vegetatif, Perbanyakan vegetatif sistem cangkok, cara mencangkok tanaman buah, cara mencangkok tanaman beserta gambarnya, cara mencangkok tanaman mangga, cara mencangkok tanaman bunga, cara mencangkok tanaman jeruk, cara mencangkok pohon kelengkeng, cara mencangkok singkat, cara kerja mencangkok, Agar Cepat Tumbuh Akar,